Terungkap | Terungkapsudah.blogspot.co.id

Terungkap | Terungkapsudah.blogspot.co.id

Inilah Embun Upas Mirip Hujan Salju di Dieng


Fenomena hujan salju biasanya terjadi di belahan dunia yang beriklim sub tropis. Karena berada di iklim tropis sepertinya tidak mungkin bisa menikmati fenomena alam hujan salju di Indonesia. Hamparan salju abadi di Indonesia hanya terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Tetapi ternyata selain di Pegunungan Jayawijaya, fenomena menyerupai hujan salju bisa juga terjadi di Dataran Tinggi Dieng, terutama pada musim kemarau.Fenomena alam seperti hujan salju berupa hamparan butiran es ini oleh penduduk Dieng disebut Embun Upas atau Bun Upas.

Ilustrasi mmbun upas ketika musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng.
Foto : http://diengnews.blogspot.com/

Embun upas ini biasanya terjadi pada puncak musim kemarau. Hal ini bisa terjadi karena pada musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng suhu udaranya bisa sampai di bawah nol derajat. Kawasan Dieng yang sering dilanda fenomena alam embun upas yaitu Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Suhu di Dieng Plateau ketika musim kemarau bulan Juli-Agustus biasanya menjadi sangat ekstrem dingin. Pada siang hari suhunya bisa mencapai 22-24 derajat celcius, tapi ketika menjelang dini hari suhu akan terus turun hingga mencapai dibawah nol derajat celcius.

Fenomena alam Bun Upas biasanya muncul pada suhu udara dini hari di bawah nol derajat celcius. Bun upas terlihat di pagi hari menyerupai butiran es. Hamparan bun upas di lahan pertanian di Dieng terlihat seperti fenomena salju di daerah tropis.

Menurut cerita yang berkembang, konon berjalan dengan kaki telanjang di atas embun upas memang baik untuk kesehatan. Terutama untuk kesehatan jantung. Apalagi sambil menikmati keindahan panorama dan kesegaran udara Kawasan Wisata Dieng yang belum tercemari polusi.

Tetapi fenomena alam embun upas ini bagi adalah petaka, karena akan mematikan tanaman. Biasanya petani akan menyiram sayuran yang terkena embun upas dengan air di pagi hari agar efeknya dapat dikurangi.

Musim kemarau biasanya datang pada bulan Agustus, nah bagi yang tertarik menikmati fenomena alam embun upas di dataran tinggi Dieng yang seperti salju coba berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng. Pada bulan Agustus juga biasanya berbarengan dengan acara tahunan Dieng Culture Festival.
sumber: erianggorokasih

Mengungkap Tabir Mistis Telaga Sarangan di Magetan

Telaga sarangan adalah danau kecil yang juga biasa disebut telaga pasir. Sebuah telaga alam yang terletak di kaki Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. 

Telaga Sarangan terletak di lereng Gunung Lawu (3.265m) yang memiliki keindahan alam pegunungan nan elok. Telaga ini berjarak sekitar 16 kilometer dari arah barat kota Magetan dan sekitar 5 kilometer dari arah tawangmangu. Telaga ini juga mempunyai luas sekitar 30 hektar dan mempunyai kedalaman 28 meter. 

Telaga Sarangan ini adalah objek wisata andalan di kota tersebut. Untuk lebih menikmati keindahan telaga tersebut, pengunjung juga bisa berkuda dan mengendarai kapal cepat berkeliling telaga sarangan tersebut. 

Di Telaga Sarangan juga terdapat hidangan makanan khas yang dijajakan oleh penjual di sekitar telaga tersebut, yaitu sate kelinci. Sate ini biasanya di hidangkan dengan lontong dan sambal kacang. Satu porsi sate kelinci biasanya di hargai sekitar 7.000 -10.000. di sekitar telaga juga banyak kios-kios yang menjual hasil hasil home industri setempat yang mampu memproduksi kerajinan-kerajinan souvenir seperti kerajinan kulit, kerajinan sepatu dari kulit, kerajinan anyaman bambu, dll. Ada juga produk makanan khas seperti empeng mlinjo dan lempeng (krupuk puli yang terbuat dari nasi) yang di kenal dengan sebutan lempeng magetan.


Menurut penduduk setempat mereka sering menyebut Telaga Sarangan sebagai Telaga Pasir. Pulau yang ada di tengah telaga tersebut adalah tempat bersemayamnya roh leluhur pencipta Telaga Sarangan, yaitu Kyai Pasir dan Nyai pasir. 

Bisa disebut sebagai Telaga Pasir karena menurut legenda hingga sampai detik ini masih dipercayai oleh masyarakat sekitar telaga tersebut bahwa terbentuknya telaga tersebut berasal dari cerita sepasang suami istri yang bernama Kyai Pasir dan Nyai Pasir. 

Pasangan ini bertahun-tahun hidup berdampingan tetapi belum dikaruniai seorang anak pun. Lalu untuk mewujudkan agar pasangan ini mendapatkan keturunan, Kyai dan Nyai Pasir bersemedi dan memohon kepada Sang Hyang Widhi. 

Setelah mereka melakukan semedinya itu akhirmya mereka pun mendapatkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Joko Lelung. Agar keluarga itu bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, sehari-hari mereka bercocok tanam dan berburu. Karena menurut mereka pekerjaan yang di kerjakan itu sangatlah berat, maka pasangan ini memutuskan untuk bersemedi lagi untuk memohon kesehatan dan panjang umur kepada Sang Hyang Widhi. 

Dalam semedinya kali itu, pasangan suami tersebut mendapatkan wasiat agar keinginannya bisa terwujud, pasangan ini harus dapat menemukan dan memakan telur yang ada didekat ladang mereka. Akhirnya pasangan suami istri itu berhasil menemukan telur itu dan langsung di bawa pulang dan memasaknya. Lalu telur yang sudah matang itu dibagi untuk keduanya. setelah memakannya pasangan itu merasakan panas dan gatal di seluruh tubuhnya setelah ia pergi ke ladangnya. Pasangan suami itu terus menggaruk tubuhnya yang terasa gatal hingga menimbulkan luka lecet di seluruh tubuh mereka. Lama kelamaan keduanya berubah menjadi ular naga yang sangat besar. Lalu kedua ular tersebut berguling-guling di pasir sehingga menimbulkan cekungan yang kemudian mengeluarkan air yang sangat deras dan menggenamgi cekungan yang di buat oleh ular naga tersebut. Akhirnya pasangan tersebut menyadari kemampuan yang mereka miliki, mereka berniat untuk membuat cekungan yang banyak untuk menenggelamkan Gunung Lawu. Mengetahui kedua orang tuanya tiba-tiba berubah menjadi naga dan memiliki niat yang buruk, maka anaknya yaitu Joko Lelung pun juga bersemedi memohon agar niat kedua orang tuanya tersebut dapat digagalkan, dan semedi Joko Lelung pun diterima oleh Hyang Widhi. Saat keduan orang tuanya sedang berguling-guling membuat cekungan baru, lalu timbul wahyu kesadaran agar Kyai dan Nyai Pasir mengurungkan niat mereka untuk menenggelamkan Gunung Lawu.



Ini Baru Namanya Tamu Tak Diundang, Serem!


Tahu kan Lawang Sewu? Ya, gedung ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang ada di Indonesia.

Letaknya di Kota Semarang, Jawa Tengah, Lawang Sewu terkenal menjadi gedung yang menyimpan kisah mistis di dalamnya.

Walaupun punya kisah mistis, gedung ini termasuk destinasi wisata favorit bagi wisatawan saat berkunjung ke Semarang.

Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907.

Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, Lawang Sewu sempat menjadi penjara paling kejam.

Padahal, sebelumnya gedung ini dijadikan sebuah bangunan pemerintahan Belanda.

Di dalam Lawang Sewu, terdapat penjara dan bunker yang memiliki lorong yang disebut dengan lorong hantu.

Tak hanya itu, banyak tempat-tempat misterius yang terdapat di gedung tua ini.

Kini, Lawang Sewu bukan sebagai destinasi mistis saja, melainkan tempat favorit untuk mengabadikan momen.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke sana untuk sekadar foto bersama hingga foto pre-wedding.


Bahkan, beberapa waktu lalu Lawang Sewu sempat dijadikan tempat resepsi pernikahan.

Seorang warga net bernama Ritski mengunggah pengalaman mistisnya saat menghadiri acara resepsi pernikahan rekannya di Lawang Sewu.

Melalui akun twitter, @deKoptez, Ritski menceritakan bahwa rekan perempuannya yang bekerja di salah satu Bank di Semarang menggelar resepsi pernikahan di Lawang Sewu.Resepsi pernikahan di Lawang Sewu (Twitter/deKopetz)

Awalnya, Ritski sempat kaget lantaran lokasi tempatnya.

Resepsi pernikahan rekannya itu mengambil tempat di aula open air bagian tengah gedung Lawang Sewu.

Bagi warga Semarang dan sekitarnya pasti sudah tak asing dengan kisah mistis yang selalu beredar di lingkungan Lawang Sewu.

Meski kaget dan takut, Ritski tetap datang ke acara resepsi pernikahan rekannya.

Hingga ia pun merekam momen dalam satu foto ada tamu tak diundang ikut terekam kamera.

"Tuh puun gede di tenga aula yg ai maksud. Dulu ai liat lama puun ini aja ga berani skrng malah deketan. Buat resepsi lagi," tulis Ritski dalam kolom keterangan.

Sekilas memang tak ada yang janggal dari foto tersebut, namun jika dilihat lebih dekat, ada sebuah penampakan di tengah pohon.

Resepsi pernikahan di Lawang Sewu (Twitter/Dewahoya)

Ritski mengklaim itu sebuah penampakan dari penunggu Lawang Sewu. Tak ayal, unggahannya pun dikomentari oleh netizen.

Ada yang percaya bahwa itu penampakan, namun adapula yang tak percayadan menyatakan itu hanya celah rimbunnya dedaunan dari pohon tersebut.

Kesaksian Ustaz Zakcy Mirza atas Misteri Senyuman dan Air Mata Jenazah Julia Perez


Artis Julia Perez/Jupe telah kembali ke haribaan yang Maha Kuasa Sabtu (10/6/2017) akibat penyakit kanker serviks yang lama dideranya.

Jupe meninggal di bulan yang sangat baik yaitu bulan suci Ramadan.

Ustaz Zacky Mirza merupakan salah satu orang yang mengantarkan mendiang Julia Perez atau Jupe hingga peristirahatan yang terakhir.

Bahkan, Ustaz Zacky Mirza sampai masuk ke dalam liang lahat Jupe.

Di dalam liang lahat Jupe tersebut, Ustaz Zacky Mirza mengaku melihat jenazah Jupe mangeluarkan air mata.

"Sebenernya itu hal yang wajar, saya memang lihat (Jupe keluarkan airmata) dan saya yang ngelap pakai kain kafan," ungkap Ustaz Zacky Mirza kepada Grid.ID di Studio Trans7 di Jl. H. R. Rasuna Said, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (13/6/2017).

Meski demikian, Ustaz Zacky Mirza menjelaskan, jika keluarnya airmata Jupe tersebut merupakan hal yang wajar karena syaraf orang yang sudah meninggal berbeda dengan orang yang masih hidup.


"Dan yang perlu kita ketahui, orang kalau meninggal itu biasanya setelah di kubur, beberapa jam ke depan karena syarafnya udah nggak ada, nggak hidup, banyak cair-cairan yang keluar dari beberapa celah, dari mata, dari hidung, dari telinga, bahkan dari kemaluan sekalipun," cerita Ustaz Zacky Mirza.

"Itu kan karena syarafnya sudah nggak terkontrol, jadi ketika seorang melihat jenazah keluar airmata itu hal biasa, mungkin karena dia (Jupe) senang, berbulan-bulan sakit akhirnya lepas juga," jelasnya.

Senyuman Jupe

Sebuah akun fanbase Jupe, @jupenizervip, mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan jenazah Jupe.

Dalam foto tersebut, wajah Jupe yang sudah dikafankan tampak tersenyum.

Ustaz Zacky Mirza angkat bicara mengenai wajah Jupe tersebut.

"Kepada orang yang sudah meninggal kita harus banyak-banyak baik sangka, walau dia meninggal dalam keadaan nggak baik, kita harus tetap berbaik sangka," jelasnya.

"Kewajiban kita harus baik sangka. Baik sangka bukan hanya untuk orang hidup, tapi orang sudah mati pun juga," imbuhnya kembali.

Dengan begitu, ustaz Zacky Mirza beranggapan semoga jenazah Jupe dalam keadaan baik sehingga tersenyum.

"Jadi kalau kita melihat jenazah Jupe senyum dan sebagainya, berbanyak baik sangka, ya mudah-mudahan dia dipanggil oleh Allah dalam keadaan yang baik, apalagi ini bulan Ramadan," tutur Ustaz Zacky.

Sepuluh Fakta Ilmiah dan Bukti dalam Al Qur'an

Fakta Ilmiah dalam Al Quran telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan. Setiap Rasul yang diutus Allah SWT kepada manusia dibekali dengan keistimewaan-keistimewaan yang disebut mukjizat.


Mukjizat ini bukanlah kesaktian ataupun tipu muslihat untuk memperdayai umat manusia, melainkan kelebihan yang Allah SWT berikan untuk meneguhkan kedudukan para Rasulnya dan mempertegas seruan (dakwah) mereka agar manusia beriman kepada Allah SWT dan tidak mempersekutukan-Nya (tauhid).

Namun mukjizat setiap nabi dan Rasul berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan karakter dan kondisi kaumnya yang menjadi objek dakwah. Lalu, apakah mukjizat Nabi Muhammad saw?

Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia.

Salah satu keajaiban Alquran, adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9)

Bukti otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah berhenti. Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen penelitian ilmiah.

Berikut sepuluh fakta ilmiah Alquran yang dihimpun dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya.

1. Fakta penciptaan berpasang-pasangan

Alquran surat Yaasin ayat 36 menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasang-pasang. Dalam ayat lain, Allah uga berfirman, “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS Adz-Zaariyat: 49).

Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak hanya manusia, melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari bumi dan berbagai partikel yang tidak terlihat mata.

Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara berpasangan. Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia memperoleh Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya itu.

2. Fakta tentang besi

Besi adalah salah satu logam berat yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25 menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Alkitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami turunkan (anzalnaa) besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya, padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.”

Dalam ayat ini, kata “anzalnaa” memiliki arti “kami turunkan” digunakan untuk menunjuk besi. Apabila diartikan secara kiasan kata “anzalnaa” menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia.

Apabila mengartikan kata itu secara harfiah, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, maka diperoleh arti bahwa besi diturunkan dari langit. Beberapa ilmuwan telah berhasil membuktikan kebenaran ayat itu. Partikel besi tidak berasal dari bumi melainkan berasal dari benda-benda luar angkasa.

Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81)

3. Fakta tentang garis edar tata surya

Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Alquran surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah itu dan terbukti kebenaranya.

Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya seperti:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yaa Siin: 39)

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)

Pengamatan astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut ahli astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.

Selain matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Semua bintang yang ada di alam semesta juga berada dalam suatu gerakan serupa.

4. Fakta tentang penciptaan manusia dalam 3 tahap

Dalam Alquran surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan.

“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”

Perkembangan ilmu Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga kegelapan). Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di dalam rahim yang gelap. Tahap-tahap itu, pertama, tahap Pre-embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk tiga lapisan.

Kedua, tahap Embrionik yang berlangsung lima setengah minggu. Bayi pada tahap ini disebut “embrio”. Organ dan sistem tubuh bayi juga mulai terbentuk.

Ketiga tahap fetus yang dimulai sejak kehamilan bulan 8 hingga lahir. Pada tahap ini bayi telah menyerupai manusia dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.

5. Fakta tentang jenis kelamin bayi

Hasil penemuan ilmu genetika abad 20 menjelaskan bahwa jenis kelamin seorang bayi ditentukan oleh air mani dari pria. Dalam air mani pria terdapat kromosom x yang berisi sifat-sifat kewanitaan dan kromosom y berisi sifat kelaki-lakian. Sedangkan dalam sel telur wanita hanya mengandung kromosom x yang mengandung sifat-sifat kewanitaan. Jenis kelamin seorang bayi tergantung pada sperma yang membuahi, apakah mengandung kromosom x atau y.

Alquran telah menjelaskan fakta itu dalam surat An Najm ayat 45-46, “Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” Sebelum penemuan itu diperoleh, masyarakat menganggap bahwa penentu jenis kelamin berasal dari wanita.

6. Fakta tentang sidik jari manusia

Setiap manusia memiliki ciri sidik jari yang unik dan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Keunikan sidik jari baru ditemukan pada abad 19. Sebelum penemuan itu, sidik jari hanya dianggap sebagai lengkungan biasa yang tidak memiliki arti.

Alquran surat Al Qiyaamah ayat 3-4 menjelaskan tentang kekuasaan Allah untuk menyatukan kembali tulang belulang orang yang telah meninggal, bahkan Allah juga mampu menyusun kembali ujung-ujung jarinya dengan sempurna.

QS Al Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”
“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”

7. Fakta tentang menyusui bayi selama 2 tahun

Air susu ibu atau ASI sangat bermanfaat bagi bayi. ASI adalah sumber makanan terbaik bagi bayi dan mengandung zat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Tidak ada susu buatan manusia yang mampu menandingi kualitas ASI.

Alquran surat Luqman ayat 14 menganjurkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Surat ini menjelaskan bahwa waktu yang terbaik untuk memberikan ASI bagi seorang bayi adalah 2 tahun karena memberikan banyak manfaat.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

8. Fakta tentang relativitas waktu

Albert Einstein pada awal abad 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47, surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4.

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)

Beberapa ayat Alquran lainnya menjelaskan, manusia terkadang merasakan waktu secara berbeda, waktu yang singkat dapat terasa lama dan begitu juga sebaliknya.

9. Fakta tentang gunung

Gunung tidak hanya memperindah pemandangan. Dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan. Gunung muncul karena tumbukan lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip ke bawah sedangkan lempengan yang lemah melipat ke atas membentuk dataran tinggi dan gunung.

Alquran menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya:31)

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?,” (QS An Naba’: 6-7)

10. Fakta tentang dasar lautan yang gelap

Manusia tidak mampu menyelam di laut dengan kedalaman di bawah 40 meter tanpa peralatan khusus. Dalam sebuah buku berjudul Oceans juga dijelaskan, pada kedalaman 200 meter hamper tidak dijumpai cahaya, sedangkan pada kedalaman 1000 meter tidak terdapat cahaya sama sekali.

Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah penemuan teknologi canggih. Namun Alquran telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Alquran surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40).
Back To Top